Data Terakhir Diupdate
18 September 2011 20:20:48
Jumlah Pengunjung Online
2
Jumlah Pengunjung Hari Ini
284
Jumlah Pengunjung Seluruhnya
138582
Memilih Pelumas

CARA MEMILIH PELUMAS YANG TEPAT


Untuk mendapatkan kinerja mesin yang optimal, penting untuk memilih oli yang berkualitas dan sesuai karakter mesin.


Salah satu komponen yang terpenting dari kinerja sebuah mesin adalah minyak pelumas atau oli. Minyak pelumas berfungsi mengurangi terjadinya gesekan-gesekan antarkomponen yang dapat mengakibatkan kerusakan pada mesin. Selain itu, minyak pelumas sekaligus berfungsi sebagai pelicin jalan bagi komponen-komponen tersebut.


Pada saat mesin bekerja, gesekan terjadi berulang-ulang antarkomponen mesin. Hal inilah yang dapat mengakibatkan keausan atau kerusakan pada bagian permukaan komponen tersebut. Nah, minyak pelumas inilah yang kemudian berfungsi membuat permukaan antarkomponen menjadi licin, sehingga gesekan langsung antarkomponen mesin tersebut dapat dicegah. Besarnya gesekan bisa menyebabkan mesin mengalami overheat hingga macet atau menyebabkan kerusakan pada silinder, piston, klep, bearing dan lainnya, seperti ketidakberesan pompa oli, kebocoran saluran oli, dan bisa juga karena faktor salah pemakaian jenis oli itu sendiri.


Proses pembakaran di dalam dapur pacu mesin dapat menimbulkan oksidasi sehingga menghadirkan kerak dan korosi pada logam. Di sinilah, oli berfungsi untuk membersihkan bagian-bagian mesin dari oksidasi dan mencegah terjadinya karat di dalam mesin karena oli yang baik telah dilengkapi detergen/bahan pembersih aktif untuk mebersihkan sisa oksidasi dan carbon.


Berdasarkan bahan bakunya, ada tiga jenis oli yang beredar di pasar, yakni mineral, semi sintetis, dan sintetis. Oli mineral, bahan dasarnya adalah minyak bumi yang diolah menjadi minyak pelumas. Jika kemudian hasil olahan tersebut ditambah dengan bahan sintetis lain untuk mencapai standar mutu yang lebih baik, maka produknya disebut Pelumas Semi Systetis.


Kualitas lebih tinggi lagi disebut oli sintetis. Oli sintetis kebanyakan dipergunakan untuk kendaraan yang sering dipacu dengan kecepatan yang cukup tinggi seperti balap. Dan tentu saja, harga oli sintetis ini lebih mahal dari harga oli mineral. Kekentalan oli (viskositas), standarnya diklasifikasikan berdasarkan tingkat kekentalannya. Dalam kemasan oli, biasanya ditemukan kode huruf dan angka yang memperlihatkan hal itu. Contohnya SAE 40, SAE 50, SAE 90, dan seterusnya. SAE singkatan dari Society of Automotive Engineers atau Ikatan Ahli Teknik otomotiv yang menetapkan standar kekentalan pada suhu 100 oC. Angka di belakang huruf SAE menunjukkan tingkat kekentalannya.


Kode angka multi grade seperti 10W-50 merupakan kekentalan yang bisa berubah-ubah sesuai suhu di sekitarnya. Huruf W di belakang angka 10 adalah singkatan Winter (musim dingin). Jadi pelumas tersebut artinya mempunyai tingkat kekentalan yang setara dengan SAE 10 (di udara dingin), tapi ketika udara panas kekentalannya sama dengan SAE 50.

Dari sini, oli ternyata tidak hanya berfungsi sekedar melicinkan permukaan komponen mesin, tetapi juga bisa berfungsi sebagai pendingin sekaligus pembersih kotoran-kotoran.

 


 

SPECIFIKASI PELUMAS


SL       =

dapat dipakai untuk semua mesin mobil berteknologi baru dan sebelumnya. Diperkenalkan pada tanggal 1 juli 2001, Pelumas berkategori SL dirancang untuk memberikan kontrol endapan  temperatur tinggi yang lebih baik dan dirancang untuk penggunaan pelumas yang lebih irit. Pada beberapa oli telah memenuhi sertifikasi ILSAC atau kualifikasi sebagai hemat energi


SJ            = untuk mesin kendaraan tahun 2001 dan sebelumnya

SH           = untuk mesin kendaraan tahun 1996 dan sebelumnya

SG          = untuk mesin kendaraan tahun 1993 dan sebelumnya

SF           = untuk mesin kendaraan tahun 1988 dan sebelumnya

SE           = untuk mesin kendaraan tahun 1979 dan sebelumnya

SD           = untuk mesin kendaraan tahun 1971 dan sebelumnya

SC           = untuk mesin kendaraan tahun 1967 dan sebelumnya

SB dan SA = sudah tidak direkomendasikan